polis

sesungguhnya aku belajar ini karna ingin tau aja........
PESONA DI DANAU GUNUNG CIJAMBU
CIJAMBU POLISI-GAUL.BLOGSPOT.COM
Danau seluas satu hektar yang terdapat di kaki gunung cijambu dusun wangun desa cijambu kec tanjungsari sumedang kawasan yang mamiliki nama situ lembang tersebut terbentuk secara alami yang memiliki sumber air sendiri serta debit airnya cukup deras yang secara langsung atau tidak langsung air tesebut mengalir kesungai ciherang.
Kelokasi tersebut suka ada pengunjung saya juga pernah kemping disana ditempat itu pun ada lapangannya yang cukup luas konon lapangan tersebut kata orang tua bilang embel bahasa sunda yang sekarang mengering dan disana pula hewan seperti sapi dan kambing di biarkan begitu aja mencari makanan rumput sendiri.
Indah emang sehingga lokasi tersebut suka dibuat ajang mancing gratis oleh warga yang datang dari luar desa melepas lelah karna kerja di kota yang menjenuhkan nah dengan berkunjung kesini semuanya hilang rasa penat rasa lelah hilang dengan sendirinya lumayan ikan nya juga banyak disana. saya juga punya teman namanya yaya asli orang wangun pernah satu kelas saat SD.Saya banyak bertanya mengenai tempat tesebut.pada dia.
Sejumlahpengunjung mengaku nyaman menikmati suasana alam yang sangat asri dan menakjubkan serta keheningan jauh dari kebisingan yang selama ini terjadi hususnya di perkotaan. Mengisi waktu liburan emang pas kalau kita kesana pada akhir pekan. Secara geografis lokasi tersebut sekitar 10 kilometer dari alun alun tanjungsari. Terdapat jalan pintas menuju kesana salah satunya lewat tungturunan masuk desa cijambu tembus ke jagandala nyampe lokasi hanya jalan yang dilewati agak rusak yang insya allah kata lurah cijambu jalan tersebut mau di perbaiki setelah dana dari pemerintah sudah cair.
Janji pemerintah dak kunjung juga terwujud menjadikan lokasi situ lembang dijadikan tempat wisata ada apa dengan pemerintah. Padahal warga sangat menunggu janji mereka tersebut, tekait masalah pengembangan situ tersebut sayang seribu sayang kalau tempat tesebut di biarkan begitu saja oleh pemerintah sebab tempat tersebut merupakan asset pemerintah yang harus di perjuangkan dan melihat secara pisik tempat tesebut lumayan juga untuk di lestarikan tak ada yang kurang menurut saya.
Beberapa warga yang tergabung di Rt01/01 yang jumlah penduduknya kalau dilihat dari per kepala keluarga sangat sedikit yang dihuni oleh 10 kepala keluarga , menurut keinginannya agar hal tersebut direalisasikan pembangunan kawasan wisata yang selama ini masih dalam wacana, Katanya akan dibenahi menjadi obyek wisata,tapi kenyataannya sangat mengecewakan warga di sana. keluh warga kita sebut saja yaya serta istri warga setempat. Menurut yaya jika hal tersebut benar benar dibuka sebagai obyek wisata, maka warga setempat dapat mengais rizki tuk menghidupi keluarga sehingga dapat mengurangi angka pengangguran jenis usaha relatip tergantung bentuk perkembangan kawasan tersebut nantinya ujar yaya.
Dan yaya juga berharap beserta warga disana supaya dinas budaya dan pariwisata secepatnya menjadikan situ lembang sebagai kawasan wisata.
SUNGAI CIHERANG PERLU DIPERTIMBANGKAN JUGA BAGI PEMERINTAH BUAT PELENGKAP SITU LEMBANG
Dan ada satu lokasi lagi disana ini juga tak kalah menarik ramai di datangi pengunjung hususnya anak anak muda dari perkotaan yang setiap akhir pekan suka bertandang kelokasi tersebut setelah habis belajar seharian dan hari liburnya mereka suka menyempat kan datang kesana lokasinya berupa sungai yang air nya amat jernih sejernih air embun dan dinginnya sedingin es.
Disana ada sebuah DAM nah ditempat itu mereka datang sambil membawa makanan dan tak kalah seru kadang kadang mereka suka bawa kastrol buat bikin nasi liwet sendiri dan ada pula mereka yang berkemah disana.
Pernah juga ada serombongan muda mudi yang datang kesana dari sebuah universitas yang lumayan bonapid di kota bandung kalo ga salah kata warga disana dari kebidanan katanya seru emang mereka terlihat ceria kalau udah datang kesana. dan yang saya tau anak anak karang taruna yang diwakili oleh seorang wanita yang berani merekrut teman teman nya untuk mempercantik suasana tempat tersebut ia adalah Ai panggilan akrab nya yang memiliki nama lengkap Ai rika nurani dibawah komando ia mereka berduyun duyun membersih kan lokasi ciherang menjadi satu sarana hiburan wisata kita teringat akan seorang pejuang wanita yang gigih dan pemberani dalam memperjuangkan Negara ini. Masih ada disumedang.
Cikal bakal pejuang kita masih ada pada keturunan kita maka dukung lah perjuangan mereka dengan sekuat tenaga demi Negara dan bangsa amin. cerita ini saya ambil dari sumber yang akurat dan pernah datang kelokasi dan berbincang dengan mereka berikut lurah yang bersangkutan. Terima kasih pa pipin beliau adalah kepala desa yang ada disana termakasih pula pa yaya dan karang tarunanya wassalam. “polisi-gaul.blogspot.com coba buka

gitar dulu ah.........
www.polisiangkxxbikin.webs.com
![]() |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
SiteMap |
A little something about you, the author. Nothing lengthy, just an overview. Also a link to your Blogger profile may show up here.
add text, images, video, widgets, etc...


terperangkap kekejaman diri sendiri
sekejap aku ter bayang wajah seorang anak yang culun yang mengendap endap terhadap ku. ada perasaan iba pada diri ku dengan secepat kilat aku rogoh kantung saku ini didalam saku ada 2 lembar kertas warna biru setelah ku lihat ini kegedean buat dia ku urungkan niat itu ku bilang ga ada sana pergi
sesaat kemudian aku tersentak dan ter ingat kebodohan ku saat ini justru semakin banyak harta aku berikan semakin banyak banyak pula amal ku nan ti di yaumil kiyamah dari situ aku menangis menyesali semua yang terjadi dengan ketidak iklasan tadi aku menuai petaka uang itu ilang ditambah motor yang aku tumpangi gembos continue....
Abdul Gafur ( 1 artikel) Abdul Hakim Garuda Nusantara ( 2 artikel ) Aburizal Bakrie ( 5 artikel ) Adi Sasono ( 1 artikel ) Adnan Buyung Nasution ( 3 artikel ) Affan Ghafar ( 4 artikel ) Agus Miftach ( 2 artikel ) AH Nasution ( 2 artikel ) Albert Hasibuan ( 2 artikel ) Ali Sadikin ( 6 artikel ) Amir Santoso ( 3 artikel ) Anas Urbaningrum ( 3 artikel ) Andi Malarangeng ( 8 artikel ) Andi M Ghalib ( 2 artikel ) Anwar NaAnhar Gonggong ( 3 artikel ) sution ( 6 artikel )
Arbi Sanit ( 8 artikel ) Arifin Panigoro ( 8 artikel ) A Tony Prasetiantono ( 1 artikel ) B Bagir Manan ( 2 artikel ) Bambang W Suharto ( 2 artikel ) Butet Kartaredjasa ( 2 artikel ) C Christianto Wibisono ( 5 artikel ) Cornelis Lay ( 1 artikel ) D Dadang Hawari ( 1 artikel ) Didik J Rachbini ( 4 artikel ) Didin Hafidhudin ( 2 artikel ) Dimyati Hartono ( 3 artikel ) E Edi Sudrajat ( 4 artikel ) Eep Saifulloh Fatah ( 2 artikel ) Emha Ainun Nadjib ( 3 artikel ) Emil Salim ( 2 artikel ) Eros Djarot ( 6 artikel ) F Fachry Ali ( 2 artikel ) Faisal Basri ( 1 artikel ) Frans Seda ( 3 artikel ) G Ginandjar Kartasasmita ( 6 artikel ) Guruh Soekarno Putra ( 1 artikel ) H Hamzah Haz ( 6 artikel ) Harun Alrasyid ( 1 artikel ) Hendardi ( 5 artikel ) I Ichlasul Amal ( 7 artikel ) Indria Samego ( 3 artikel ) Ismail Hasan Metareum ( 1 artikel ) J Jacob Tobing ( 2 artikel ) Jaya Suprana ( 3 artikel ) J Kristiadi ( 7 artikel ) J Soedrajad Djiwandono ( 2 artikel ) K Karlina Leksono ( 1 artikel ) KH.Hasyim Muzadi ( 11 artikel ) KH.Matori Abdul Jalil ( 10 artikel ) Kusnanto Anggoro ( 7 artikel ) Kwik Kian Gie ( 9 artikel ) L Laksamana Sukardi ( 3 artikel ) LB Moerdani ( 1 artikel ) Loeby Lukman ( 4 artikel ) M Marianne Katopo ( 3 artikel ) Marie Pangestu ( 1 Artikel ) Marwah Daud Ibrahim ( 1 artikel ) Masud Machfoedz ( 1 artikel ) Maswadi Rauf ( 2 artikel ) Miranda Gultom ( 7 artikel ) Moerdiono ( 1 artikel ) Mubyarto ( 1 artikel ) Muladi ( 5 artikel ) Mulyana W Kusumah ( 4 artikel ) Munir ( 2 artikel ) N Nurcholis Madjid ( 13 artikel ) Nursyahbani Katjasungkana ( 2 artikel

POLISIGAUL.BLOGSPOT.com - Ahmad Dhani dan Mulan Kwok makin intim saja. Tak hanya itu, mereka juga secara terbuka berani tampil bersama di hadapan publik. Belum lama ini mereka dengan santai berbuka puasa bersama di KFC Kemang, bersama dua anak Mulan. Pastinya, kedatangan pasangan yang 'kontroversial' ini, menarik pengunjung resto waralaba tersebut.
Sebenarnya, banyak pengunjung yang ingin menyalami mereka berdua, tapi dihalang-halangi seorang pengawal Dhani. Walau ramai, Dhani seolah 'masa bodoh' terhadap banyak pasang mata yang memandang mereka. Dhani seolah berlaku dirinya bukan siapa-siapa.
Keintiman mereka di antara mereka sangat kental terasa, walau kedua anak Mulan masih memanggil Dhani dengan sebutan 'Oom'. Kejadian ini semakin mendekatkan asumsi orang bahwa gosip mereka telah menikah siri memang benar adanya. (kpl/wwn)
BINGKISAN SPESIAL UNTUK IKHWAH BLOGGER ...!!!
-----------------------------------------------------------------
HUKUM MENGGUNAKAN KALENDER MASEHI
FATWA AL-LAJNAH AD-DÂ`IMAH LIL BUHÛTSIL ‘ILMIYYAH WAL IFTÂ`
[KOMISI TETAP UNTUK PEMBAHASAN ILMIAH DAN FATWA - ( SAUDI ‘ARABIA ) ]
Pertanyaan Ke-2 dari fatwa nomor 2072
Pertanyaaan : Bolehkah berinteraksi dengan kalender masehi dengan orang-orang tidak mengetahui kalender hijriyah, seperti kaum muslimin non arab atau atau orang-orang kafir mitra kerja?
Jawaban : Tidak boleh bagi kaum muslimin menggunakan kalender masehi karena sesungguhnya hal tersebut merupakan bentu tasyabbuh (menyerupai) [1] orang-orang nashara dan termasuk syiar agama mereka. Sebenarnya kaum muslimin, walhamdulillâh telah memiliki kalender yang telah mencukupi diri mereka yang mengaitkan mereka dengan Nabi mereka Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sekaligus ini merupakan kemuliaan yang besar. Namun apabila ada suatu kebutuhan yang sangat terdesak maka boleh menggabung kedua kalender tersebut.
Wabillahit Taufiq. Washallallâhu ‘ala Nabiyinâ Muhammad wa Âlihi wa Shabihi wa sallam
Al-Lajnah Ad-Dâ`imah Lil Buhûtsil ‘Ilmiyah Wal Iftâ`
Anggota : Bakr Abû Zaid
Shâlih Al-Fauzân
‘Abdullâh bin Ghudayyân
Wakil Ketua : ‘Abdul ‘Azîz Âlusy Syaikh
Ketua : ‘Abdul Azîz Bin ‘Abdillâh bin Bâz
FATWA ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN SHÂLIH AL-’UTSAIMÎN
Pertanyaan: Fadhîlatusy Syaikh, pertanyaanku ini ada 2 hal. Yang pertama bahwa sebagian orang mengatakan kita tidak boleh mengedepankan kalender masehi daripada kalender hijriyyah, dasarnya adalah karena dikhawatirkan terjadinya loyalitas kepada orang-orang kafir. Akan tetapi kalender masehi lebih tepat dari pada kalender hijriyyah dari sisi yang lain. Mereka mengatakan sesungguhnya mayoritas negeri-negeri menggunakan kalender masehi ini sehingga kita tidak bisa untuk menyelisihi mereka.
Jawaban: Bahwa realita penentuan waktu berdasarkan pada hilâl merupakan asal bagi setiap manusia, sebagaimana firman Allah subhanahu wa Ta’ala :
يَسْأَلونَكَ عَنِ الأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
Mereka bertanya kepadamu tentang hilâl. Katakanlah: “Hilâl itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; [Al Baqarah: 189]
Ini berlaku untuk semua manusia
Dan bacalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :
ِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” [At Taubah: 36]
Bulan-bulan apakah itu? Maka tidak lain adalah bulan-bulan yang berdasarkan hilâl. Oleh karena itu NabiShalallahu ‘alaihi wasallam menafsirkan bahwasannya empat bulan tersebut adalah : Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Inilah yang merupakan pokok asal.
Adapun bulan-bulan yang ada di tengah-tengah manusia sekarang ini adalah bulan-bulan yang bersifat perkiraan dan tidak dibangun di atas dasar yang tepat. Kalau seandainya hal itu berdasarkan bintang niscaya hal itu ada dasarnya karena bintang sangat jelas keberadaannya di atas langit dan waktu-waktunya. Akan tetapi bulan-bulan yang didasarkan atas prasangka tersebut tidaklah memiliki dasar. Sebagai bukti, di antara bulan tersebut ada yang 28 hari dan sebagiannya 31 hari yang semua itu tidak ada dasarnya sama sekali. Akan tetapi apabila kita dihadapkan pada dilema berupa kondisi harus menyebutkan kalender masehi ini, maka kenapa kita harus berpaling dari kalender hijriyyah kemudian lebih memilih kalender yang sifatnya prasangka dan tidak memiliki dasar tersebut?! Suatu hal yang sangat mungkin sekali bagi kita untuk menggunakan penanggalan hijriyyah ini kemudian kita mengatakan bahwa tanggal hijriyyah sekian bertepatan dengan tanggal masehi sekian. Karena melihat kebanyakan dari negeri-negeri Islam yang telah dikuasai oleh orang-orang kafir kemudian mereka merubah kalender hijriyyah tersebut kepada kelender masehi yang hakekatnya itu adalah dalam rangka untuk menjauhkan mereka dari perkara tersebut dan dalam rangka menghinakan mereka.
Maka kita katakan, apabila kita dihadapkan pada musibah yang seperti ini sehingga kita harus menyebutkan kalender masehi juga, maka jadikanlah yang pertama kali disebut adalah kalender hijriyyah terlebih dahulu kemudian kita katakan bahwa tanggal hijriyyah sekian bertepatan dengan tanggal masehi sekian.
Kemudian si penanya tadi mengatakan bahwa sisi yang kedua dari pertanyaan tersebut bahwa beberapa perusahaan mereka mengatakan bahwa kami tidak menggunakan kalender masehi ini untuk maksud berloyalitas kepada orang-orang kafir, akan tetapi karena keadaan perusahaan-perusahaan yang ada di dunia ini yang kita menjalin hubungan perdagangan bersamanya, menggunakan kalender masehi juga sehingga akhirnya kita pun mau tidak mau menggunakan kalender masehi juga. Kalau tidak maka disana ada suatu hal yang bisa memudharatkan diri kami baik dari hal-hal yang berkaitan dengan transaksi dagang dan sebagainya. Maka apa hukum permasalahan ini?
Jawabanya: Bahwa hukumnya adalah suatu yang mudah. Sebenarnya kita bisa menggabung antara keduanya. Misalnya engkau mengatakan bahwa aku dan fulan bersepakat dalam kesepakatan dagang pada hari ahad misalnya, yang hari tersebut bertepatan dengan bulan hijriyyah sekian, kemudian setelah itu baru kita sebutkan penanggalan masehinya, kira-kira mungkin tidak?
Penanya menjawab: Tentu, sesuatu yang mungkin.
(Liqâ`âtul Bâbil Maftûh)
FATWA FADHÎLATUSY SYAIKH SHÂLIH BIN FAUZÂN AL-FAUZÂN
Pertanyaan : Apakah menggunakan kalender masehi termasuk sebagai bentuk wala’ (loyalitas) terhadap Nashara?
Jawab : Tidak termasuk sebagai bentuk loyalitas tetapi termasuk bentuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan mereka (Nashara). Para shahabat pun tidak menggunakannya, padahal kalender masehi telah ada pada zaman tersebut. Bahkan mereka berpaling darinya dan menggunakan kalender hijriyyah. Ini sebagai bukti bahwa kaum muslimin hendaknya melepaskan diri dari adat kebiasaan orang-orang kafir dan tidak membebek kepada mereka. Terlebih lagi kalender masehi merupakan simbol agama mereka, sebagai bentuk pengagungan atas kelahiran Al-Masîh dan perayaan atas kelahiran tersebut yang biasa dilakukan pada setiap penghujung tahun (masehi). Ini adalah bid’ah yang diada-adakan oleh Nashara (dalam agama mereka).
Maka kita tidak ikut andil dengan mereka dan tidak menganjurkan hal tersebut sama sekali. Apabila kita menggunakan kalender mereka, berarti kita menyerupai mereka. Padahal kita -dan segala pujian bagi Allah semata- telah memiliki kalender hijriyyah yang telah ditetapkan oleh Amîrul Mu`minîn ‘Umar bin Al-Khaththâb bagi kita di hadapan para sahabat Muhajirin dan Anshar ketika itu. Maka ini sudah cukup bagi kita.
(Al-Muntaqâ min Fatâwa Al-Fauzân XVII / 5, fatwa no. 153 )
[1] Perbuatan tasyabbuh terhadap orang-orang kafir dilarang dalam Islam. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
« مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ »
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.” [HR. Ahmad II/50 dan Abû Dâwud no. 4031. dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albâni dalam Al-Irwâ` no. 1269] Pengumuman Lainnya
Copyright ©2009 by amirul pradana ank xx
Create a free website at Webs.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar